
Kisah dialog Nabi Musa a.s. dengan Iblis
Dialog ini membahas mengenai taubatnya iblis yang tidak diterima dan akibat kesombongannya. Iblis menolak sujud meskipun diperintahkan oleh Allah, yang menyebabkan hukuman berat baginya di akhirat. Pelajaran berharga tentang kesadaran dan penyesalan ada dalam kisah ini. ⬇
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
QS. Ali ‘Imran: Ayat 32 (Juz 3)
قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَۚ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul(-Nya). Jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”
Yakni Allah tidak mengampuni mereka dan tidak menerima taubat mereka sebagaimana Allah tidak menerima taubat iblis karena kekufuran dan kesombongannya. Allah menerima taubat Nabiyullah Adam AS sebelum ia bertaubat, karena ia mengakui dosanya dan menyesalinya dan menyalahkan dirinya.
Hal ini, meskipun bukan merupakan dosa yang sebenarnya, karena para nabi alaihimus salam terpelihara dari dosa (Maksum) dan tidak melakukan maksiat selamanya, baik sebelum menjadi nabi maupun sesudah menjadi nabi menurut pendapat yang sahih, tetapi dalam bentuk dosa.
Oleh karena Adam dan Hawwa’ alaihimas salam berkata:
QS. Al-A’raf: Ayat 23 (Juz 8)
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
qâlâ rabbanâ dhalamnâ anfusana wa il lam taghfir lanâ wa tar-ḫamnâ lanakûnanna minal-khâsirîn
Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
Maka Nabiyullah Adam AS menyesal dan segera bertaubat dan tidak putus asa dari rahmat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:
QS. Az-Zumar: Ayat 53 (Juz 24)
۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًاۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sikap iblis yang begitu sombong
Iblis tidak mengakui dosa pada dirinya dan tidak menyesalinya, tidak menyalahkan dirinya, tidak segera bertaubat dan ia putus asa dari rahmat Allah Ta’ala dan sombong. Maka siapa yang keadaannya seperti keadaan iblis, taubatnya tidak diterima dan siapa yang keadaannya seperti keadaan Adam, maka Allah menerima taubatnya.
Karena setiap kedurhakaan yang disebabkan hawa nafsu maka dapat diharapkan ampunannya dan setiap kedurhakaan yang disebabkan kesombongan tidak dapat diharapkan ampunannya. Kedurhakaan Adam disebabkan oleh hawa nafsu, sedangkan kedurhakaan iblis disebabkan kesombongan.
Dialog Nabi Musa AS dengan iblis
Diceritakan bahwa iblis datang kepada Nabiyullah Musa AS, la (iblis) berkata kepada Nabi Musa: Apakah engkau orang yang dipilih Allah dengan risalah-Nya dan berbicara kepadamu secara langsung?
Nabi Musa AS menjawab: Ya. Apa maksudmu dengan pertanyaan ini dan siapa kamu?
Iblis berkata: Hai Musa, katakan kepada Tuhanmu, seorang makhluk-Mu telah meminta taubat kepada-Mu.
Maka Allah mewahyukan kepada Musa: Katakan kepadanya, Aku telah mengabulkan permintaanmu. Hai Musa, suruhlah dia sujud ke kubur Adam. Apabila ia sujud kepadanya, Aku terima taubatnya dan Aku ampuni dosa-dosanya.
Kemudian Nabiyullah Musa AS mengabarinya. Maka iblis marah dan menyombongkan diri. la berkata: Aku tidak mau sujud kepadanya di surga. bagaimana pula aku sujud kepadanya ketika ia sudah mati.
Diriwayatkan bahwa iblis bertambah siksanya dineraka. Kemudian dikatakan kepadanya: Sesungguhnya Nabi Adam AS berada di taman surga, maka sujudlah kepadanya dan mintalah maaf kepadanya supaya kamu diampuni.
Namun iblis menolak. Maka siksanya ditambah menjadi 70.000 kali siksa penghuni neraka.
Disebutkan dalam khabar bahwa Allah Ta’ala mengeluarkan iblis dari neraka setiap seratus ribu tahun dan mengeluarkan Adam dan menyuruh iblis sujud kepadanya, namun ia menolak. Kemudian Allah mengembalikannya ke neraka.
Wahai saudara-saudaraku, jika kalian ingin selamat dari iblis, maka berlindunglah dengan Al-Maula (Allah Ta’ala) dan mintalah perlindungan kepada-Nya.
Pada hari kiamat diletakkan kursi dari api, lalu iblis terkutuk didudukkan di atasnya. Kemudian syaitan-syaitan dan orang-orang kafir berkumpul di dekatnya.
la mempunyai suara seperti suara keledai dan berteriak. la berkata: Hai penghuni neraka, bagaimana kalian dapati hari ini apa yang dijanjikan Tuhanmu?
Mereka menjawab: Benar adanya.
Kemudian iblis berkata: Ini adalah hari di mana aku putus asa dari rahmat Allah.
Maka Allah Ta’ala menyuruh para malaikat memukulinya dan para pengikutnya dengan cambuk-cambuk dari api hingga mereka jatuh di dalamnya selama 40 tahun dan tidak mendengar perintah untuk keluar selama-lamanya. Kita berlindung kepada Allah darinya.
Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat iblis didatangkan, lalu diperintahkan untuk mendudukkannya di atas kursi dari api dan di lehernya tergantung kalung laknat.
Kemudian Allah azza wa jalla menyuruh malaikat Zabaniyah menyeretnya dari kursi itu dan melemparkannya ke dalam neraka, Maka mereka memeganginya untuk melemparkannya. Namun mereka tidak sanggup.
Kemudian Allah Ta’ala menyuruh Jibril bersama 80.000 malaikat melakukannya, namun mereka tidak sanggup.
Kemudian Allah menyuruh Israfil, kemudian Izrail juga, masing masing bersama 80.000 malaikat. Namun mereka tidak sanggup.
Maka Allah Ta’ala berkata kepada mereka: Andaikata berkumpul malaikat sebanyak berlipat-lipat kali dari yang Aku ciptakan, niscaya mereka tidak sanggup memindahkannya selama kalung laknat tergantung di lehernya.
Bentuk rupa dan nama-nama iblis
Diriwayatkan bahwa iblis dulu di langit bernama Al-Abid, di langit kedua bernama Az-Zahid, di langit ketiga bernama Al-Arif, di langit keempat bernama Al-Waliy, di langit kelima bernama At-Tagiy, di langit keenam bernama Al-Khazin dan di langit ketujuh bernama Azazil dan di Lauhil Mahfudh bernama iblis, sedangkan ia lalai dari akibat perbuatannya.
Kemudian Allah menyuruhnya sujud kepada Adam. Iblis berkata: Apakah Engkau melebihkannya di atas aku, sedangkan aku lebih baik darinya? Engkau ciptakan aku dari api dan ciptakan dia dari tanah.
Allah Ta’ala menjawab: Aku lakukan apa yang Aku kehendaki.
Iblis merasa dirinya mulia. la menghadapkan punggungnya kepada Adam karena gengsi dan sombong.
la berdiri tegak hingga para malaikat sujud selama waktu tertentu. Ketika mereka mengangkat kepala mereka dan melihatnya tidak sujud sedangkan mereka sudah diberi taufik untuk sujud, mereka pun sujud untuk kedua kalinya sebagai tanda syukur.
Iblis tetap berdiri dan berpaling dari mereka tidak mau mengikuti dan tidak menyesal atas penolakannya.
Maka Allah mengubahnya dari bentuk yang indah dan menghinakannya seperti babi dan menjadikan kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti punuk unta yang besar, wajahnya di antara keduanya seperti wajah kera dan kedua matanya terbelah sepanjang wajahnya, kedua lubang hidungnya terbuka seperti wadah tukang cantuk, kedua bibirnya seperti dua bibir kerbau, taringnya keluar seperti taring babi dan di janggutnya terdapat tujuh helai rambut.
Allah mengusirnya dari surga, bahkan dari langit, bahkan dari bumi ke pulau-pulau. la tidak memasuki bumi, kecuali dengan sembunyi dan Allah melaknatnya sampai hari kiamat, karena ia telah menjadi kafir.
Lihatlah, ia dulu bagus rupanya, bersayap empat, banyak ilmunya, banyak ibadahnya, pemimpin para malaikat dan yang terbesar di antara mereka dan pemimpin Karubiyyin dan selain itu. Namun semua itu tidak berguna baginya. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat peringatan.
Disebutkan dalam atsar: Ketika iblis mendapat hukuman, Jibril dan Mikail menangis. Maka Allah berkata kepada keduanya: Kenapa kamu berdua menangis?
Keduanya menjawab: Ya Tuhan kami, kami tidak merasa aman dari hukuman-Mu.
Maka Allah Ta’ala berkata: Demikianlah hendaknya kamu berdua. Janganlah kalian merasa aman dari hukuman-Ku.
Diriwayatkan bahwa iblis berkata: Ya Tuhanku, Engkau keluarkan aku dari surga demi Adam, sedangkan aku tidak bisa menguasainya, kecuali bila Engkau memberi kekuasaan.
Allah berkata: Engkau diberi kekuasaan atasnya, yakni atas anakanaknya, karena para nabi dilindungi darinya.
Iblis berkata: Tambahilah aku.
Allah berkata: Tidaklah dilahirkan anak dari keturunan Adam, melainkan dilahirkan bagimu dua anak.
Iblis berkata: Tambahilah aku. Allah berkata: Dada mereka tempat tinggal bagimu. Engkau masuk di dalamnya mengikuti jalannya darah.
Iblis berkata: Tambahilah aku.
Allah berkata: Kerahkan pasukanmu yang berkendaraan dan yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta, yakni dengan menyuruh mereka mencarinya dan menggunakannya dalam perkara yang haram dan pada anak-anak dengan mendorong mereka melakukan perbuatan yang haram untuk menghasilkan mereka seperti menggauli istri yang haid dan membuat mereka menamai anak mereka secara syirik seperti Abdul Uzza dan menyesatkan mereka dengan mendorong mereka untuk menganut agama-agama yang batil dan melakukan pekerjaan tercela dan perbuatan buruk.
Selain itu adalah menjanjikan mereka dengan janji-janji yang batil seperti syafaat tuhan-tuhan dan mengandalkan kemuliaan bapakbapak dan menunda taubat dengan angan-angan yang panjang dan ini dengan cara ancaman seperti: Kerjakanlah apa yang kamu inginkan.
Maka Adam berkata: Ya Tuanku, Engkau telah beri dia kekuasaan atasku sehingga aku tidak bisa terlindung darinya, kecuali dengan pertolongan-Mu.
Allah berkata: Tidaklah dilahirkan seorang anak dari keturunanmu, melainkan Aku tugaskan malaikat untuk melindunginya.
Allah berkata: Kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat.
Adam berkata: Tambahilah aku.
Allah berkata: Aku tidak mencabut taubat dari mereka selama arwah mereka berada di badan mereka.
Adam berkata: Tambahilah aku.
Allah berkata: Aku ampuni mereka dan Aku tidak peduli.
Adam berkata: Aku rasa sudah cukup.
Kemudian iblis berkata: Ya Tuhanku, Engkau jadikan di kalangan bani Adam utusan-utusan dan Engkau turunkan kitab-kitab kepada mereka. Maka siapa utusan-utusanku?
Allah menjawab: Para dukun.
Iblis berkata: Apa kitab-kitabku?
Allah menjawab: Merajah badan.
Iblis berkata: Apa Hadistku?
Allah menjawab: Kebohongan.
Iblis berkata: Apa Al-Qur’anku?
Allah menjawab: Syrik
Iblis berkata: Siapa juru adzanku?
Allah menjawab: Seruling.
Iblis berkata: Apa masjidku?
Allah menjawab: Pasar.
Iblis berkata: Apa rumahku?
Allah menjawab: Kamar Mandi.
Iblis berkata: Apa Makananku?
Allah menjawab: makanan-makanan yang dimana tidak pernah disebut Nama-Ku (Allah)
Iblis berkata: Apa minumanku?
Allah menjawab: minuman yang memabukkan.
Iblis berkata: Apa perangkapku?
Allah menjawab: Wanita
Mukashafatul Qulub al-imam al-Ghazali Wallahu a’lam bishawab.
Selalu memberi makna yang dalam