Haul Almaghfurlah KH M Zaini Abdul Ghoni yang ke 20, mencetak sejarah, karena dibanjiri jamaah yang tembus 4,1 juta orang yang datang dari berbagai penjuru untuk ngalap barokah, sekaligus membaca Maulid Al-Habsyi.

Marhalah ini digelar di Mushola Ar-Raudhah, Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang bertepatan pada 5 Rajab 1446 H, (5/1/2025).

Haul Sekumpul, menjadi sorotan dunia internasional, pasalnya dalam tahun ke tahun pasti jamaah melonjak, sedang persiapan relawan saja sudah jauh-jauh hari mempersiapkan membuat tenda dan masyarakat setempat sangat antusias untuk berjibaku, semua orang begitu semangat untuk haul Abah Guru Sekumpul yang ke 20.

Menjadi kesan tersendiri bagi yang hadir, masyarakat menjamu tamu-tamu hanya sekedar mampir ngopi atau bahkan menjamu untuk ikut makan.

Bayangkan saja untuk mendekat ke lokasi acara harus menempuh 3 Km, disebabkan jalanan yang macet akan banyaknya kendaraan, dan lonjakan dari Haul ke-19, ungkap Shofya ketika ditanyai ketika haul berlangsung, rumahnya daerah banjarbaru, lalu kendaraannya terparkir di daerah perbatasan antara banjarbaru dan banjar.

“Iya macet sekali, padahal tahun ini berangkatnya sudah lebih awal dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Tidak hanya jalur darat saja, namun jalur sungai dipenuhi oleh sekoci atau kapal kecil, yang ikut meramaikan Haul Abah Guru Sekumpul.

“Tahun lalu kita mengikuti prosesi Haul Abah Guru Sekumpul dari rumah keluarga yang ada di dekat makam. Padahal berangkat dari rumah setelah zuhur,” ungkapnya.

Sedemikian indahnya melihat banyaknya orang yang begitu mencintai kekasihnya, fenomena seperti ini sangat jarang untuk ditemui, terlebih masyarakat setempat, yang ikut mendukung, imut menjamu tamu-tamu dari luar daerah.

Ungkapan kebahagian dan penyesalan yang dirasakan Habib Jafar, beliau menceritakan pengalamannya ketika hadir di Haul Abah Guru Sekumpul yang ke-20

“Alhamdulillah, selesai mengahdiri Haul Abah Guru Sekumpul, di Martapura, Kalsel, Haul terbesar di indonesia” beliau menulis caption di instagram (@husen_hadar), 5 /1/ 2025

Beliau juga mengungkapkan bahwasannya Haul Abah Guru Sekumpul, merupakan Haul terbesar se-Indonesia, tak urung jika masyarakat ikut berbondong-bondong, ingin ikut ngalap berkah, semoga yang belum bisa mendapatkan kesempatan termasuk dari golongan yang hadir pada Haul Sekumpul

Dalam caption yang diutarakan oleh Habib Jafar beliau mengatakan Haul Sekumpul dalam setiap tahunnya dihadiri oleh jutaan jamaah dari berbagai daerah.

Ketika Habib Jafar ditanyai, Kenapa Habib rela untuk datang ke majelis Haul Abah Guru Sekumpul.? Beliau tidak tahu alasannya apa, namun hanya ingin ikut bersua, sekaligus hormat Majelis.

Hati orang-orang yang datang tergerak karena atas dasar rasa cinta Guru Sekumpul yang merupakan ulama’ besar, dan pastinya percaya bahwasannya memiliki karomah.

“Kami semua bergerak karena cinta kepada Guru Sekumpul yang mengajarkan cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui Majelis Maulid Nabi, karena Haul Abah Guru menjadi Lautan Cinta, Yang datang dengan Cinta, dan yg menyambut juga penuh Cinta. Begitulah memang Cinta, ia punya Tarikan yg sangat kuat ke titik utama dari manusia, yaitu hati.” beliau menulis caption di instagram (@husen_hadar), 5 /1/ 2025

Kemudian dengan karomah Guru Sekumpul mengundang banyak jutaan jamaah, untuk ikut ngalap berkah, dan mengenang sang ulama untuk jauh lebih intens melalui Haul KH M Zaini Abdul Ghoni disetiap tahunnya.

Namun Habib Jafar membagikan cerita penyeselannya, tidak bisa menyaksikan langsung pada titik acara puncaknya, dan ia tidak bisa ziyarah ke Makam Abah Guru Sekumpul yang menjadi tujuan utamanya untuk datang jauh-jauh ke martapura, lalu beliau mengimbuhi.

“Saya hanya bisa menembus hingga sekitar satu kilo meter, dari makam Guru Sekumpul, itupun dengan jalan kaki kurang lebih sekitar empat kilo”.

Beliau turut membagikan instastory ketika dalam perjalanan yang baru tiba di banjarbaru, namun geliat jamaah memadati ruas jalan, dan terpaksa terhenti tidak bisa melakukan perjalanan menuju Mushola Ar-Raudhoh.

Sedang untuk menuju banjar dari bandara banjarbaru jarak tempuhnya sekitar 15 kilo meter.

“Makam Abah Guru Sekumpul itu didaerah Martapura, ini saja sudah beda kota di Banjarbaru tapi sudah macet,” paparnya.

Namun Habib Jafar merasa terharu akan keramahan masyarakat sekitar, bagaimana tidak.? Beliau mengungkapkan

“Saya duduk di rumah warga yang sepanjang lima kilometer dibuka untuk tamu sembari disambut dengan makan, minum, jajanan, dan keramahan yang sungguh indah.

“Sungguh pengalaman yang tiada terkira, tahun depan sempatkanlah hadir kalau mampu untuk merasakan kehangatannya”.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *